Skip navigation

Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut jumlah korban tewas akibat kerusuhan Buol, Sulteng, lebih dari 6 orang seperti yang dilansir Mabes Polri. Bahkan, jumlah korban luka-luka mencapai puluhan orang.

“Semalam data terakhir 8 orang meninggal dan luka-luka 34 orang,” ujar Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh saat dihubungi detikcom, Kamis (2/9/2010).

Ridha mengatakan, Komnas HAM telah meminta kepolisian untuk menghentikan BKO (di-Bawah Kendali Operasi) di seluruh Buol. Ia meminta polisi menahan gejolak masyarakat dengan menggunakan cara-cara persuasif.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Kapolresnya untuk segera menarik pasukan,” imbuh Ridha.

Komnas HAM saat ini masih terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti apakah ada kasus pelanggaran HAM dalam insiden Buol. Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat kembali tenang dan menjauhi aksi-aksi kekerasan.

“Kami juga memintakan Kapolda untuk menghentikan BKO tadi malam dan mengusulkan ke DPRD untuk mengeluarkan instruksi agar jajaran sipil melakukan upaya-upaya penenangan agar mereka yang berkumpul di jalan supaya balik ke rumah,” imbau Ridha.

Setelah sempat reda, situasi di Buol kembali memanas. Rumah dinas Wakapolres Buol dikabarkan dirusak dan dibakar massa, Rabu (1/9) malam.

Sebelumnya, Selasa (31/9), warga Biau, Kabupaten Buol, Sulteng, juga melakukan penyerangan ke kantor Polsek Biau. Hal ini dipicu tewasnya seorang tahanan bernama Kashmir (19).

Akibat penyerangan tersebut, polisi setempat melakukan pembelaan diri sehingga 6 orang warga tewas.

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/02/083936/1433248/10/komnas-ham-8-orang-tewas-akibat-rusuh-buol-sulteng

Menurut saya, beberapa hal dapat menjadi pemikiran bagi kita dalam menemukan solusi tepat bagi kasus konflik di negara ini. Konflik selalu diwarnai dengan kemarahan kolektif akibat melihat tindakan yang dinilai tidak adil terhadap salah satu atau beberapa anggota kelompok atau kelompok secara menyeluruh. Akibatnya aksi kekerasan komunal dilancarkan terhadap kelompok atau institusi yang dianggap sebagai pelaku ketidakadilan. Aksi kekerasan komunal tersebut adalah solidaritas negatif. Untuk mengubahnya perlu dibangun gagasan positif tentang solidaritas dan kebersamaan dalam konteks negara berpancasila. Sebagai landasan dan falsafah hidup bermasyarakat, Pancasila menonjolkan sebuah anggapan positif mengenai manusia. Warga negara dipandang sebagai makhluk bermartabat dan menyandang hak untuk menikmati kedamaian dan ketenangan hidup. Nilai positif ini seharusnya menjadi cara pandang dalam melihat sesama kita yang berasal dari kelompok lain.
Musyawarah dan mufakat juga merupakan aspek yang ditekankan oleh nilai-nilai Pancasila. Mengambil waktu untuk duduk bersama dan berdialog untuk bisa lebih mengerti dan memahami satu dengan lainnya merupakan perwujudan dari aspek tersebut. Beberapa dialog telah dilakukan utuk menyelesaikan beberapa konflik, tapi perlu lebih intensif pada kepentingan kesejahteraan masyarakat keseluruhan. Masing-masing kelompok tidak mencari keuntungan sendiri melalui pelaksanaan dialog.

Seyogyanya dialog antar kelompok dapat menjadi agenda reguler dalam hidup bermasyarakat dan implementasinya tidak hanya pada jajaran atas saja, tapi harus menyentuh sampai masyarakat lapisan bawah. Dan mengusung agenda-agenda dalam konteks perwujudan masyarakat yang damai, adil, dan makmur. Sekiranya masing-masing kelompok dapat menemukan perannya masing-masing melalui dialog tersebut. Kemudian merumuskan bentuk kerja sama yang efektif antar kelompok.

Jangan sampai muncul pandangan bahwa semua konflik menjadi prevalent thing karena terlalu akrabnya lingkungan kita dengan banyak pertikaian antar kelompok yang tidak pernah hilang dari tanah air tercinta ini. Sehingga Keseriusan dan upaya keras dalam berpartisipasi menemukan solusi bagi ketegangan-ketegangan menjadi karam. Menciptakan kedamaian dalam bermasyarakat sehingga terbentuknya suasana kondusif bagi proses negara ini melangkah untuk menjadi negara maju dan sejajar dengan negara-negara yang lainnya adalah tanggung jawab seluruh warga negara. Kemajuan bangsa ini tergantung pada kapasitas sinergi semua komponen bangsa untuk mewujudkan kedamaian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: